Anak yang tumbuh sehat adalah idaman setiap keluarga Setiap anak Indonesia yang menderita kanker berhak memperoleh perawatan serta pengobatan yang sebaik-baiknya. Upaya untuk memelihara, meningkatkan kesehatan, melindungi dari ancaman penyakit dan mencegah resiko terjadi penyakit, telah banyak dilakukan oleh berbagai kalangan baik pemerintah maupun pihak masyarakat.


Tahukah Anda?
Fakta
  • Kanker tidak menular dan kanker pada anak dapat diupayakan sembuh bila setelah ditemukan gejala maupun tanda-tandanya segera dilaksanakan pengobatan serta perawatan yang sebaik-baiknya.
  • Eestimasi Globocan 2002, kanker pada anak tidak lebih dari 2% dari jumlah semua kanker, namun merupakan penyebab kematian kedua pada anak di populasi. Kematian terbanyak pada anak rentang 5-14 tahun.
  • Menurut data Sistim Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005-2007 menunjukkan bahwa estimasi insidens kanker pada anak (0-17 tahun) sebesar 9 per 100.000 anak-anak. Kasus kanker pada anak 4,7% dari kanker pada semua umur. Angka kematian akibat penyakit ini mencapai 50-60% karena umumnya penderita datang terlambat atau sudah dalam stadium lanjut.
  • Saat ini belum diketahui secara pasti factor risiko dan penyebab kanker pada anak. Hal ini diduga merupakan interaksi dari 4 faktor yaitu genetic, zat kimia, virus, radiasi.
  • Berbeda dengan kanker pada anak, factor resiko kanker pada dewasa berhubungan dengan factor perilaku dan gaya hidup. Gejala kanker pada anak maupun bayi lebih sulit diketahui karena mereka belum mampu mengemukakan yang dirasakan. Peran orangtua, masyarakat, petugas kesehatan, kader, menjadi penting artinya untuk mengenali tanda-tanda dan gejala kanker pada anak sehingga kemungkinan untuk penanganan segera dan tingkat kesembuhan menjadi jauh lebih besar.

 

Faktor Penyebab dan Pencetus Kanker Pada Anak
            
Gejala-Gejala Kanker Pada Anak Kanker dapat mengenai semua organ tubuh dengan tanda-tanda:
 
· Mata
Bintik putih pada mata/"Mata Kucing", mata tampak lebih besar, mata menonjol, pendarahan pada mata secara spontan, mada mendadak juling. Umumnya terjadi pada anak-anak dibawah 4 tahun.
· Pembengkakan
Misalnya pada hati, limpa, leher, buah zakar, kelenjar getah bening dan tulang.
· Rasa Nyeri
Pada tulang atau sendi.
· Tanda-tanda Neurologis
Sakit kepala yang berkepanjangan dan disertai mual atau muntah yang menyemprot pada saat bangun tidur, gangguan keseimbangan, penurunan kesadaran, kejang, perubahan perilaku, kelumpuhan anggota gerak dan saraf otak.
·  Tanda-tanda Umum
Pucat, demam yang tdak diketahui sebabnya, pendarahan yang abnormal (lebam/biru-biru di kulit, mimisan, kencing berdarah), penurunan berat badan dan tidak nafsu makan.
KickAndyLogo.pngLogo_RSUP_FATMAWATI.pngRSUP-Dr.Sardjito.PNGRSUP-Prof-RD-KANDOU.pngRoche-logo.pngalfamartku.pngalfamidi.pngbninew.pngbri.pnggaruda_indonesia.pnglogo-RSUD-Dr-Soetomo.pnglogo-RSWS.pnglogo-rsab.pnglogo_rs_hasan_sadikin.pnglogowerkgroup72.pngrs-kariadi.pngrscm.pngrspad.pngrumah-sakit-kanker-dharmais.pngzinkpower.png